Mencapai Sasaran Pembangunan Berkelanjutan: Mungkinkah?

Hendra Gunawan

Pendiri & Pengelola Program RI2030.com

 

Berbicara tentang masa depan, ada buku “Physics of the Future” karangan Michio Kaku yang memprediksi peradaban hingga tahun 2100, dari sudut pandang kemajuan sains. Kaku adalah seorang fisikawan, namun ia tidak hanya berbicara tentang kemajuan dalam bidang fisika. Dalam bukunya, ia juga meramalkan apa yang akan terjadi dalam bidang komputer, robotika, kedokteran, dan perjalanan luar angkasa.

Selain buku Kaku, ada juga buku “The Next 100 Years” karangan George Friedman. Berbeda dengan Kaku, Friedman meramalkan apa yang akan terjadi pada negara-negara di berbagai belahan Bumi. Selain masalah geopolitik, Friedman juga menyoroti masalah ekonomi dan sosial, serta arah perkembangan teknologi di abad ke-21.

Membaca buku-buku seperti itu serasa membaca buku fiksi, walau kedua buku di atas bukan novel techno-thriller seperti “Ghost Fleet” karangan P.W. Singer. Pikiran kita bisa mengawang-awang, seolah sedang berada di masa depan.

Berada di Indonesia, yang statusnya saat ini masih merupakan “negara berkembang”, ramalan masa depan versi Kaku ataupun Friedman bak khayalan atau dongeng fiktif. Jangankan membayangkan apa yang akan terjadi 50 hingga 100 tahun ke depan, memikirkan apa yang akan terjadi pada pemilu yang akan datang pun sudah bikin puyeng.

Sialnya, pikiran kita di negeri tercinta ini seolah tak pernah lepas dari pemilu ke pemilu, dari pilpres ke pilpres, bahkan dari pilkada ke pilkada, dengan berbagai dramanya. Padahal, di luar sana, perubahan terjadi dengan amat cepat. Sejujurnya, berbicara perihal apa yang akan terjadi sepuluh tahun ke depan saja mungkin sulit.

Tengoklah misalnya Sasaran Pembangunan Berkelanjutan 2030 (SPB 2030) yang terdiri atas 17 sasaran dengan 169 indikator capaian yang terukur dan tenggat waktu tertentu, hingga tahun 2030. SPB tahun 2030 ditetapkan oleh PBB sebagai agenda pembangunan dunia untuk kesejahteraan manusia dan keberlanjutan planet Bumi.

Sebagai gambaran, di antara 17 sasaran tersebut, ada sasaran terhapusnya kemiskinan dan kelaparan di seluruh negara (Sasaran ke-1 dan ke-2). Kemudian ada sasaran tersedianya air bersih dan sanitasi layak, serta energi bersih dan terjangkau (Sasaran ke-6 dan ke-7). Terkait dengan lingkungan, ada sasaran penanganan perubahan iklim, ekosistem laut, dan ekosistem daratan (Sasaran ke-13, 14, dan 15).

Salah satu sasaran dalam SPB tahun 2030 yang menarik perhatian saya adalah terwujudnya pendidikan berkualitas dan kesempatan belajar seumur hidup bagi semua orang (Sasaran ke-4). Sebagaimana kita ketahui, rata-rata lama sekolah penduduk Indonesia saat ini masih tergolong rendah, yakni 7,95 tahun (data BPS tahun 2016). Ini berarti bahwa siswa kita pada umumnya putus sekolah di jenjang SMP. Di beberapa provinsi, keadaannya lebih parah. Sila intip statistik rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah per provinsi yang telah dirangkum di

https://lokadata.beritagar.id/chart/preview/harapan-lama-sekolah-hls-dan-rata-rata-lama-sekolah-rls-menurut-provinsi

Pertanyaannya kemudian: Dapatkah, pada tahun 2030 nanti, rata-rata lama sekolah menjadi setidaknya 12 tahun dan para lulusan pendidikan menengah memiliki pengetahuan umum yang memadai, sehingga mereka dapat bekerja dan menghidupi dirinya sendiri? Lebih jauh, dapatkah para pemuda kita, setidaknya separuhnya, mengenyam pendidikan tinggi dan memiliki kemampuan yang cukup sehingga mereka dapat bersaing di era yang semakin ganas nanti?

Sebagai insan yang berkecimpung di dunia pendidikan, saya tentunya berharap hal itu dapat terwujud. Namun, saya tidak bisa duduk manis membayangkan hal itu terjadi dengan sendirinya. Sejak tahun 2013, saya membuat blog anakbertanya.com, untuk memperkenalkan berbagai bidang ilmu pengetahuan dan keprofesian serta sosok-sosok anutan kepada anak-anak. Harapannya anak-anak akan terinspirasi, tetap sekolah, dan tidak berhenti belajar.

Dua belas tahun lagi, tahun 2030 itu tiba. Pada saat itu, nasib bangsa berada di tangan para pemuda yang akan menakhodai kapal Indonesia mengarungi masa, menuju era baru.

 

Ilustrasi: Agatha Pratiwi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s